seseorang pasti lelah bila teringat dengan komunikasi yang ia jalani dengan seseorang selalu berujung konflik. bukan konflik emosional dengan teriakan dan air mata. namun justru konflik yang sifatnya lebih mematikan. tenang, dingin, rasional... dan terkesan acuh.
Apathy
masalah yang paling sulit terselesaikan bukanlah masalah yang melibatkan pembicaraan.
melainkan ketika kita saling merasa tidak ada apapun yang salah. ketika merasa semua baik-baik saja. dan ketika merasa memang inilah kita.
namun kita tahu, dan kita yakini masing-masing, bahwa ada sesuatu yang salah. sesuatu yang sama sekali tidak kita harapkan.
tapi kita tetap tersenyum.
Naif
kau tahu? bahwa kita tahu, konflik yang konkret dalam kehidupan kita tak lebih dari jumlah jari di satu tangan.
namun apa kau juga tahu? bahwa konflik batin dalam hidup kita jumlahnya mungkin lebih dari semua jari yang ada di tubuh kita.
Mungkin
bicara sedikit soal kita.
kita bersama.
kita bicara.
kita tertawa.
kita berpandangan.
kita saling menggenggam.
dan pulang.
sebentar,
setelah itu, kau tahu?
kita pulang.
aku menerawang.
dan ku-ulang lagi hari ini.
saat aku denganmu.
semuanya.
cukup lama.
sesekali ganti posisi.
mengingat lagi.
dan berdoa.
semoga kau dalam suasana yang sama sepertiku.
kita saling percaya,
bahwa hari-hari kita bahagia seutuhnya.
lebih baik menunjukkan emosi, cemburu dan marah, dibanding bersikap dingin dan naif.
paling tidak, dibalik emosi dan cemburu itu masih tersimpan rasa sayang.
ga ada yang salah.
memang beginilah kita.
dengan ke-apa-ada-an-nya.
yang pasti kita percaya. bahwa kita bahagia seutuhnya.
kita bahagia seutuhnya.
masalah bukan alasan. kita bahagia seutuhnya.
tanpa komunikasi satu minggu lebih pun kita masih tetap saling percaya. bahwa ada sesuatu diantara kita. sesuatu yang menyatukan kita. mendekatkan kedua tangan kita. dan hati kita, tentunya. sesuatu itu adalah, cinta.
sekali lagi, kita bahagia seutuhnya :)
:)
