Thursday, 30 August 2012

Iseng Rekaman

Malam, baruduk!

Mohon maaf sebelumnya, postingan yang satu ini bakal jadi selingan dari postingan yang sebelumnya yang udah gue janjiin bakal ada lanjutannya.
Maap karena namanya juga nulis, pasti lebih semangat kalo bahan tulisannya fresh. Ibarat susu yang lebih enak kalo dalam keadaan fresh #ambigu....

Okay sip, sekarang gue cuman mau laporan seputar hari ini sekaligus berbagi cerita dan berbagi kasih kepada semua pembaca setia yang selalu tabah diberi kata-kata tidak bermutu dari gue.
Hari ini gue latihan band. Padahal kemarennya baru aja ngisi acara di alcatraz (Lucky Square, ada yang tau?).
Kenapa latihan ini dilaksanakan sehari setelah ngisi acara?
Ga tau karena kepingin ato karena bego.
Yang pasti setelah ngisi acara kemaren, kita sepakat untuk latian besoknya pukul 11 di studio tercinta, Vandani Music Studio.

Tujuan untuk latian ini adalah menyempurnakan sebuah lagu yang sekarang sedang dalam proses penciptaan. Untuk lagu yang ini, kebetulan gue yang bikin. Jadi sebenernya dari semua personil mungkin gue yang paling semangat kaya anak SD dapet hadiah dari ciki jari-jari.

Selama proses latian tadi, hasilnya sekalian gue rekam juga. Hasilnya tapi masih jelek. Tempo masih acak-acakan dan instrument belum lengkap.
Padahal kita udah ngulang rekaman beberapa kali, ada mungkin 213 kali mah.
Akhirnya pas lagi stres dan cape, kita stop dulu fokus ke satu lagunya. Kita iseng genjreng-genjreng dag-dig-dug neng-neng-nong-neng syalalala sambil ketawa-ketawa. Pas lagi genjreng-genjreng ga jelas gitu, justru malah tercipta satu aransemen dari lagu Bubuy Bulan (ga tau kenapa tiba-tiba kepikiran lagu ini).
Dan aransemennya ngaco abis.......
Suara gue disana juga cempreng banget karena nada dasarnya ga disesuain.
Tapi itu justru jadi penawar sendu.

Setelah beres berudar-ider ngaco, kita lanjut lagi proses rekaman. Walau hasilnya masih jauh dari sempurna.
Jadi dari rekaman hari ini, kita,
Lagam - Gitar, vokal
Tommy - Vokal
Ijar - Drum
Evan - Piano
menghasilkan dua lagu. Dan dua-duanya ancur.
Plus satu lagu cenat-cenut aransemen bareng hani dan ilham yang dulu ngebawa kita lolos audisi di SMAN 2

Check this out...




Tolong komentarnya....

Monday, 27 August 2012

Tanah Tertinggi di Jawa Barat

SELAMAT MALAM!

Banyak rangkaian kata yang bisa dijadikan awal pembicaraan. Banyak pula yang di dalamnya tersimpan basa-basi yang sebenernya tak wajib disampaikan. Kaya kata-kata yang baru gue tulis setelah kata selamat malam di atas. Gak ada nyambungnya sama tema postingan gue kali ini.

Tapi apa salahnya?
Toh kalian juga belum tau gue mau ngepost apaan.
Segala sesuatu yang baru diawali mungkin punya beribu persepsi. Dengan hanya satu persepsi yang bakal jadi kenyataan di akhirnya nanti. Oleh karena itu, silahkan bayangkan ribuan persepsi sebelum membereskan suatu hal. Dengan didukung oleh prosesnya, persepsi yang kita buat akan semakin runtuh hingga jadi satu yang mungkin gak pernah terbayangkan untuk jadi persepsi utama.

Ga ngerti? Namanya juga basa-basi.

Yap! Apa yang udah kalian lakukan selama liburan kali ini?
Adakah sesuatu yang baru yang mungkin menjadi rutinitas untuk kedepannya?
Kalo gue ada.

Mari kita simak.
Hal baru yang gue lakukan menjelang Idul Fitri...
Eh minal aidin heula, barudak!
Adalah mencukur kumis.....
Gue pikir setelah kita mensucikan hati dan pikiran selama Bulan Ramdhan, fisik kita juga harus bersih dan suci. Mencukur kumis adalah salah satu contoh yang patut dicontoh. Tapi kesangaran muka gue mesti direlakan.....

Sekedar info, tadi subuh, sekitar 21 jam yang lalu, gue baru pulang ke Bandung.
Bukan pulang dari kampung halaman.
Tapi pulang dari kampung keindahan.
Gue baru pulang dari tanah tertinggi di Jawa Barat.
Dengan 4 rekan seperjuangan.
Dengan jarak yang tak pernah sungkan.
Dengan tanjakan demi tanjakan yang menantang.
Dengan haus yang menerpa kerongkongan.
Dengan puji syukur yang tak tertahankan....

Gunung emang punya keindahan tersendiri yang ga pernah bisa tuntas untuk diceritakan.
Kuasa Illahi yang menaungi setiap pijakan memberikan kenikamatan melalui suguhan khas dari alam.
Malem ini, setelah pulang, banyak banget palajaran yang ikut kebawa pulang.
Gimana caranya kita mengefektifkan waktu hidup kita.
Gimana caranya kita belajar menghargai sesuatu.
Dan masih banyak lagi.

Okay, cape.
Ga konsen banget untuk nulis.
Catetan perjalanannya kita tunda sampe besok atau lusa atau setelahnya deh, ya.....
Pasti pada penasaran ya? Saya tau, ko.
Pasti pada ga sabar nunggu ceritanya ya? Jelas, saya tau.

Biar tambah penasaran, satu foto, deh.


Thursday, 9 August 2012

Dengan Lagam Kami Tenteram

Selamat malam, sobat.

Judul diatas adalah slogan gue dalam berkampanye. Kalian tau kampanye buat apaan?
Pokonya dalam kampanye ini gue didukung oleh beberapa manusia yang disebut sebagai "Tim Sukses".
Gue bukan nyalonin sebagai ketua RT, ketua karangtaruna, atau ketua PKK.

Di dalam kampanye ini, gue diharuskan untuk membuat suatu visi dan misi dangan harapan perbaikan di masa depan. Visi dan misi tersebut kemudian harus didukung dengan suatu program kerja, sebagai tindak realisasinya.

Gue punya 5 kandidat yang disebut sebagai lawan / rival gue dalam meraih posisi.
Mereka semua punya visi dan misi yang jelas, terukur, dan terpercaya. Sedangkan gue malah punya visi dan misi yang terkubur, terpuruk, dan tersungkur.
Oleh karena itu, satu-satunya hal yang bisa gue andalkan untuk melawan ke-5 kandidat tadi adalah dengan kepercayadirian dan ketidakmaluan gue. Jadi ketika kampanye, cuma Tim gue satu-satunya yang menggunakan semacam koreografi dalam penyampaian visi & misinya. Ga lupa, kita juga menampilkan sebuah trademark dari tim kita. Yaitu kumis. Jadi ketika kampanye, semua anggota tim gue pada pake kumis palsu, yang lebih keliatan kaya daki...

Pokonya satu hal yang gue tekankan ketika berkampanye bukanlah agar orang mengerti dan percaya. Melainkan agar orang takjub dan ga nyangka. Gue cuma pengen mereka inget pada apa yang udah gue tampilkan. Bukan soal materi yang disampaikan, tapi lebih pada kemampuan gue dalam ngacablak.

Begitulah! Gue berdiri disini untuk suatu perubahan yang nyata, untuk suatu pembelajaran, untuk suatu hal yang bakal gue jadikan pedoman, dan bahan cerita untuk anak-cucu nanti.
Bukan suatu kemenangan yang akan dibawa oleh kita sampai tua, melainkan suatu cerita dan pengalaman yang nyata.

Dukung gue, Muhammad Lagam Alfaruqi #6.
Bersatu kita bau!