Monday, 27 August 2012

Tanah Tertinggi di Jawa Barat

SELAMAT MALAM!

Banyak rangkaian kata yang bisa dijadikan awal pembicaraan. Banyak pula yang di dalamnya tersimpan basa-basi yang sebenernya tak wajib disampaikan. Kaya kata-kata yang baru gue tulis setelah kata selamat malam di atas. Gak ada nyambungnya sama tema postingan gue kali ini.

Tapi apa salahnya?
Toh kalian juga belum tau gue mau ngepost apaan.
Segala sesuatu yang baru diawali mungkin punya beribu persepsi. Dengan hanya satu persepsi yang bakal jadi kenyataan di akhirnya nanti. Oleh karena itu, silahkan bayangkan ribuan persepsi sebelum membereskan suatu hal. Dengan didukung oleh prosesnya, persepsi yang kita buat akan semakin runtuh hingga jadi satu yang mungkin gak pernah terbayangkan untuk jadi persepsi utama.

Ga ngerti? Namanya juga basa-basi.

Yap! Apa yang udah kalian lakukan selama liburan kali ini?
Adakah sesuatu yang baru yang mungkin menjadi rutinitas untuk kedepannya?
Kalo gue ada.

Mari kita simak.
Hal baru yang gue lakukan menjelang Idul Fitri...
Eh minal aidin heula, barudak!
Adalah mencukur kumis.....
Gue pikir setelah kita mensucikan hati dan pikiran selama Bulan Ramdhan, fisik kita juga harus bersih dan suci. Mencukur kumis adalah salah satu contoh yang patut dicontoh. Tapi kesangaran muka gue mesti direlakan.....

Sekedar info, tadi subuh, sekitar 21 jam yang lalu, gue baru pulang ke Bandung.
Bukan pulang dari kampung halaman.
Tapi pulang dari kampung keindahan.
Gue baru pulang dari tanah tertinggi di Jawa Barat.
Dengan 4 rekan seperjuangan.
Dengan jarak yang tak pernah sungkan.
Dengan tanjakan demi tanjakan yang menantang.
Dengan haus yang menerpa kerongkongan.
Dengan puji syukur yang tak tertahankan....

Gunung emang punya keindahan tersendiri yang ga pernah bisa tuntas untuk diceritakan.
Kuasa Illahi yang menaungi setiap pijakan memberikan kenikamatan melalui suguhan khas dari alam.
Malem ini, setelah pulang, banyak banget palajaran yang ikut kebawa pulang.
Gimana caranya kita mengefektifkan waktu hidup kita.
Gimana caranya kita belajar menghargai sesuatu.
Dan masih banyak lagi.

Okay, cape.
Ga konsen banget untuk nulis.
Catetan perjalanannya kita tunda sampe besok atau lusa atau setelahnya deh, ya.....
Pasti pada penasaran ya? Saya tau, ko.
Pasti pada ga sabar nunggu ceritanya ya? Jelas, saya tau.

Biar tambah penasaran, satu foto, deh.


No comments:

Post a Comment