Selamat pagi!
Gue selalu suka pagi. Dimana gelap mulai berganti, embun yang menemani dan angin yang mondar-mandir. Melengkapi kesejukan yang udah jadi hakiki. Kesejukan yang mengawali apa yang akan terjadi. Memang misteri, tapi tak perlu dipikir dan diterka. Cukup jalani bersama pagi.
Sekarang gue mau ngelanjut cerita yang waktu itu sempet tertunda.
Cerita tentang perjalanan menuju tanah tertinggi di Jawa Barat.
24 Agustus 2012 - Pukul 15.00
Gue baru banget pulang dari Darangdan, kampung halaman gue. Gue menghabiskan waktu lebaran disana. Suka cita dalam kebersamaan. Sesampainya di Bandung langsung berangkat ke sekolah. Karena emang udah ada janji dengan Bani, Kang Gavin (Kanggav), dan Kang Mufti (Kangmuf) untuk ngebicarain management perbekalan, dan management perjalanan. Karena besok kita bakal berangkat ke gunung yang maha agung. Gunung Ciremai.
Gunung Ciremai punya ketinggian sekitar 3.078 meter dari permukaan laut (mdpl.) dan merupakan gunung dengan ketinggian diatas 3000m pertama yang bakal gue daki. Hari ini kita packing, sewa tenda, beli senter, dan bagi-bagi tugas bawaan. Rencananya, besok kita berangkat naikin elf jurusan Cikijing pukul 06.00 dari terminal Cicaheum. Yang berangkat naik elf cuma tiga orang, yaitu gue, Bani, dan Kanggav. Kangmuf dan temennya, Kang Fadzrin (Kangfad) berangkat kesana menyusul sore hari karena ada acara kampus, naik motor.
25 Agustus 2012 - Pukul 06.00
Kita bertiga udah kumpul di terminal Cicaheum. Stelan gue udah bener-bener mirip boyband. Dengan kemeja lapangan dan sepatu jungle. Cuma muka gue aja yang bisa nyelamatin gue dari kemiripan boyband ini.
Setelah meriksa barang dan packing ulang, kita langsung berangkat menuju Maja. Tarifnya sekitar Rp. 35.000. Kita bertiga memilih tempat duduk di depan, supaya bisa ketawa dan ngobrol sambil teriak-teriak.
Emang bener, sepanjang jalan kita ngobrol-ngobrol ga jelas. Ketawa ga jelas. Curhat ga jelas. Diem ga jelas. Ngobrol lagi sambil ditemenin keripik bawang, oleh-oleh khas Darangdan yang gue bawa dari rumah. Emang ga jelas. Tapi tujuan kita jelas, ingin menambah satu pengalaman baru dalam hidup kita. Pelajaran yang ga akan pernah ada gurunya.
Pukul 10.00
Setelah ngelewatin Sumedang, Malajalengka, akhirnya kita sampai di Terminal Maja. Dari situ kita istirahat sebentar dan langsung lanjut dengan naik Kolbun (Dolak) ke arah Apuy, desa terakhir untuk ke Gunung Ciremai. Sebenernya dari Maja kita bisa jalan kaki menuju Apuy, cuman tracknya lumayan jauh dan nanjaaaaak pisan. Daripada kita ngedown duluan dan malah pengen pulang, akhirnya kita ambil alternatif naik dolak. Tarifnya Rp. 20.000 untuk 3 orang. Sebenernya tarif asli sekitar Rp.5000 per orang. Cuma gara-gara kita lupa bilang mau ke Gunung Ciremai, jadinya kita sempet dibawa nyasab ke Air Terjun.
Pukul 12.00
Sampai Apuy, kita rehat lagi untuk solat dzuhur di mesjid terakhir. Air di mesjid itu udah mulai dingin dan gatau kenapa airnya bau Indomie. Di mesjid kita diem sebentar sambil ngeliatin kolor dan bra yang lagi dijemur di depan mesjid. Diliat dari warna dan ukurannya, kita sepakat kalo kolor itu punyanya nenek-nenek.
Di mesjid kita makan siang dulu, sebagai cadangan tenaga menuju puncak. Karena kata orang, tracknya Gunung Ciremai itu udah paling juarrraa! Tanjakannya ga abis-abis, ga ada sumber air, plus matahari yang menyengat.
Percakapan waktu makan siang...
"Wes ati ampela, euy. Menta nyak, Gam."
"Iya mangga, kang."
"Naha rada beda nyak euy ati ampela, teh."
"Ngeunah, nyak?"
"Heueuh ngeunah lumayan."
"Hahaa, emang daging entog mah paling juara."
"Hah? Ieu ampela entog?!"
"Hooh."
"ANJRIT, PUIH PUIH!"
"Kalem we atuh euy, da emang ngeunah pisan."
"SUGAN AING AMPELA AYAM! EMBUNG EMBUNG!"
"......."
Setelah beres makan siang, kita langsung berangkat menuju Pos I.
Perjalanan menuju Pos I bisa dibilang yang paling menakjubkan!
Bener-bener jadi start yang buruk. Baru diawal kita udah dikasih tanjakan dengan track batu dan panas yang terik. Gimana ga ngedown...
Akhirnya yang terjadi adalah: Jalan 5 menit, isitrahat 15 menit...
APAKAH YANG AKAN TERJADI PADA LAGAM DAN KAWAN-KAWANNYA?!
MUNGKINKAH MEREKA MENCAPAI PUNCAK TERTINGGI DI JAWA BARAT ITU?!
BAGAIMANA NASIB BANI DENGAN SEPATU PUNYA OM-NYA?!
APAKAH MEREKA TIDAK LUPA MEMBAWA TEMPE?!
SIMAK KELANJUTAN CERITANYA DI POSTINGAN SELANJUTNYA!!!!!
(To be continue...)
DITUNGGU SECEPATNYA!!!
ReplyDeleteselow, bray~ rehat UTS bentar....
ReplyDelete