Friday, 19 July 2013

Payung Teduh

Hujan turun…
Ada yang malu
Berbisik dalam kerinduan yang fana
Dia berkata jangan datang terang dan terik
Biarkan fana ini bertahan sejenak…

Payung teduh  itu bikin merinding. Karena setiap lagunya pernah jadi latar alunan di semua cerita masa-masa SMA. Di kelas, di sekre, di jalan, di pantai, di gunung, di kampung orang, di tempat camp, di tenda, di puncak, dan disaat malam yang hujan dengan ditemani secangkir teh dan buku.

Semua lagunya ngebawa saya ke semua keadaan itu.

No comments:

Post a Comment