Di bawah pohon mahoni, ia hafal kemana lelaki itu menuju. Duduk dan menghadap ke barat, dimana matahari tenggelam singgah di celah-celah bukit hijau yang seragam.
Lelaki itu menyalakan rokoknya. Menghisapnya perlahan dan menghembuskannya. Kemudian lekat ia amati asap yang mengepul di udara, ditempa cahaya senja. Tatapannya mengawang. Ibarat sedang mengamati jiwanya yang turut serta bersama asap itu.
Di balik imaji yang sempit ia memerhatikan setiap rinci sang lelaki. Terlihat jelas bagaimana tatapannya yang kian sendu, dibayangi wajah yang tak pernah bisa tertangkap oleh mata yang dulu menggebu. Terlihat jelas bagaimana bibirnya yang mengering, tak pernah sempat melempar senyum yang ia siapkan berbulan-bulan lalu. Dan jemarinya yang mulai merapuh, karena tak sempat menggenggam utuh.
Ia paham apa yang terjadi. Ia paham melalui pemahaman yang lelaki itu sangkal setiap waktu. Ia paham betul lelaki itu. Karena dulu mereka selalu bersama.
Setelah sekian lama menjadi pemerhati, dalam hembusan asap kesepuluh, lelaki itu menoleh padanya. Saat itu juga matahari berhenti jatuh. Awan yang riuh mendadak diam patuh. Sang waktu menahan diri dan semuanya tak bergerak. Di antara imaji yang tak lagi dicampuri waktu mereka saling menatap. Bukan ia yang terkejut, melainkan lelaki itu. Karena bukan ia yang selama ini bersembunyi, melainkan lelaki itu.
Dalam satu tatap lelaki itu ingat pada dirinya yang lalu. Yang sama sekali tak pernah menghabiskan waktu berdiam diri digeroti sepi yang ia ciptakan sendiri. Lelaki itu bangkit dari duduknya. Perlahan, lelaki itu berjalan memperpendek jarak, sementara mata mereka terus beradu. Ingatan-ingatan lelaki itu akan masa lalu terus menghambur jatuh, masuk ke dalam matanya yang sendu.
Waktu masih diam terpana. Dan kini jarak mereka hanya satu lengan jauhnya.
Lelaki yang berada di ambang imaji itu, menyapanya hangat. Sapaan yang layak untuk memulai kembali.. semuanya..
.
.
.
.
.
"Apa kabar, realita?"
***
***
Jatinangor, 02.32
Untuk kita yang mencoba kembali pada realita
No comments:
Post a Comment